Oleh: T. Muqimuddin M.T.

(Pengajar di Ma’had Daarul Quran Al Istiqomah Bekasi)

 

Dzulhijjah termasuk bulan ke-12 atau bulan terakhir dalam penanggalan Hijriyah. Dzulhijjah termasuk dalam salah satu bulan haram. Mengapa termasuk bulan haram dan apa yang dimaksudkannya?

Mungkin bagi sebagian orang Islam menyamakan makna haram seperti haram atau dilarangnya babi jika dimakan atau alkohol jika diminum. Namun haram dalam bahasa Arab memiliki makna yang lain selain dilarang juga mempunyai makna mulia. Dalam KBBI haram memiliki beberapa makna yaitu terlarang (oleh agama Islam); tidak halal;  suci; terpelihara; terlindung; sama sekali tidak; sungguh-sungguh tidak; selangkah haram aku surut; terlarang oleh undang-undang; tidak sah.

Sehingga haram yang dimaksudkan disini ada dua makna:

  •  Haram yang pertama adalah suci atau mulia

Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sedang menunaikan haji wada’ terakhir, beliau bersabda “Ingatlah, sesungguhnya zaman telah berputar seperti keadaannya sejak hari Allah Ta’ala menciptakan langit dan bumi. Satu tahun terdiri atas dua belas bulan, empat bulan di antaranya adalah bulan-bulan haram (suci), tiga di antaranya berturut-turut, yaitu Dzulqadah, Dzulhijjah, dan Muharram, yang lainnya ialah Rajab Mudar, yang terletak di antara bulan Jumada (Jumadil Akhir) dan Syaban.”

Bulan Dzulhijjah termasuk bulan suci atau mulia yang didalamnya Allah perintahkan bagi umat Islam untuk berhaji. Yang merupakan salah satu rukun Islam yang kelima. Dalam bulan ini juga Allah memberikan  janji  pahala besar dan berlipat-lipat bagi orang yang mengamalkan amalan baik.

“Tiada hari-hari yang amalan shalih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: Tidak pula jihad di jalan Allah? Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ”Tidak juga jihad di jalan Allah. Kecuali seorang yang keluar dengan membawa jiwa dan hartanya dan dia tidak kembali setelah itu. (meninggal syahid).” (HR Bukhari no 969 dan lafaz di atas oleh Tirmidzi no 757).

“Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

  • Haram yang kedua adalah terlarang

Dalam bulan haram Allah melarang untuk melakukan kedzaliman, berbuat maksiat, dan membunuh atau berperang.  Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kalian dengan kezaliman, karena sesungguhnya kezaliman itu merupakan kegelapan-kegelapan pada hari kiamat” (HR.Muslim).

Itulah sepenggal pengetahuan tentang bulan Dzulhijjah. Dengan itu mari kita tingkatkan amalan amalan ibadah kita dan meninggalkan segala perbuatan maksiat.